Selain sifat, “MARAH” ternyata adalah sebuah “PENYAKIT”

Bismillah…

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…!!!

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang senantiasa memberikan kita nikmat untuk dapat menjalankan segala aktivitas keseharian kita. salam dan salawat kepada baginda Rasulullah SAW yang senantiasa menjadi suri tauladan bagi seluruh umat hingga akhir zaman.

Marah adalah salah satu sifat alami yang dimiliki manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT yang sempurna diantara semua makhluk ciptaanNya yang ada disemesta ini. hal yang wajar ketika manusia Marah karena sesuatu hal. Bahkan Rasulullah SAW pun pernah Marah. Ummul mukminin Aisyah meriwayatkan sebuah hadits tentang Marahnya Rasulullah ﷺ.

“Pada hari ke-4 atau ke-5 Dzul Hijjah, Rasulullah ﷺ datang menemuiku dalam keadaan Marah. Aku berkata, ‘Siapa yang membuatmu Marah wahai Rasulullah? Semoga Allah memasukkannya ke neraka’. Beliau menjawab, ‘Apakah pendapatmu ketika aku memerintahkan orang-orang dengan suatu perintah, lalu mereka bimbang (ragu dalam melaksanakannya)’.” (HR. Muslim).

Berkenaan dengan hal tersebut, maka ketika seseorang Marah adalah salah satu sifat manusiawi yang dimiliki seseorang. Namun sifat manusiawi tersebut bisa berubah menjadi tidak manusiawi ketika seseorang yang Marah tidak dapat mengendalikan dirinya bahkan sampai berbuat sesuatu yang diluar batas wajar manusia. dan ternyata, Marah bahkan dapat menjadi penyakit dalam tubuh kita loh!

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya Marah, atau berada pada keadaan Marah. Nah kali ini, saya mau sedikit berbagi dan sharing dengan para pembaca mengenai sifat “MARAH” ini, agar ketika kita Marah kita bisa mengontol diri, masih dalam batas kewajaran, dan tidak menjadi penyakit dalam diri kita. Bagaimana caranya?! jawabannya adalah dengan cara terapi. Terapi yang sangat mudah namun sangat bermanfaat untuk tubuh kita.

Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam pernah bersabda :

ليس الشديد بالصُّرَعة ، إنما الشديد الذي يَملك نفسه عند الغضب

“Bukanlah orang kuat itu karena selalu menang gulat, akan tetapi orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan nafsunya ketika Marah” (Muttafaq ‘Alaihi)

Pernah juga seorang lelaki meminta wasiat kepada Nabi, maka beliupun memberinya nasiat dengan mengulang-ulangnya :
لا تغضب
“Janganlah kamu Marah!” (HR. Bukhari)

Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alahi Wasallam selalu memberi wasiat kepada sesuatu yang paling utama. Oleh karena itu dalam kesempatan ini beliau mengkhususkan nasihat untuk menjauhi Marah. Itu dikarenakan Marah mempunyai efek buruk yang sangat banyak. Barangsiapa mengetahui efek keburukan Marah ini, maka dia akan mengerti begitu tinggi dan berharganya sabda Rasulullah : “Janganlah kamu Marah!”, karena padanya terdapat hikmah dan juga petunjuk cara menjauhi dari keburukan.
Sebagaimana Rasulullah menjelaskan dan memperingatkan penyakit Marah ini, beliau juga telah mengajarkan kita tentang terapi penyakit ini bila penyakit ini mengenai kita. Beliau bersabda :

إذا غضب أحدكم و هو وقائم فليَجلس ، فإن ذهب عنه الغضب و إلا فَليضطَجِع

“Kalau ada diantara kalian yang Marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah dia duduk. Kalau belum hilang juga Marahnya maka hendaklah dia berbaring” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan Albani)

Nah… Itulah terapi yang diajarkan Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam yang sangat mudah dan ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh kita untuk menghilangkan penyakit Marah yang ada pada kita.
Lalu, apakah efek Marah terhadap tubuh? Adakah hikmah dibalik terapi yang diajarkan Nabi tersebut? Dan bagaimana efek berdiri dan berbaring terhadap Marah?
Untuk menjawab tiga pertanyaan ini, marilah kita meneliti kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Diantara fungsi dari kelenjar ini adalah untuk sekresi hormon adrenalin dan almodrinalin.

Jika anda memiliki keluhan pada jantung maka janganlah Marah. Karena hormon adrenalin mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jantung, dimana ia bisa mempercepat detak jantung. Dengan begitu dia bisa mengganggu irama detak jantung dan menjadikannya tidak beraturan. Dan ini diakibatkan dari Marah, karena Marah mempercepat proses fungsi hormon tadi. Oleh karena itu emosi dan Marah bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak beraturan.
Makanya banyak kita temui bahwa banyak orang kambuh penyakit jantungnya dengan tidak beraturanya detak jantung ketika sedang Marah dan emosi.

Dan jika anda menderita tekanan darah tinggi, maka janganlah Marah. Marah bisa menaikkan tingkat dua hormon ini dalam darah, yang mana itu bisa menyebabkan bertambahnya tekanan darah. Para dokter juga menyarankan bagi para pasien yang mengeluh tekanan darah tinggi untuk menghindari emosi dan Marah.
Dan jika anda menderita penyakit koroner, maka janganlah Marah. Karena Marah bisa meningkatkan kontraksi dan gerakan jantung, dan memungkinkan predisposisi krisis di dalam hati.
Dan jika anda punya keluhan diabetes maka janganlah Marah. Karena adrenalin bisa meningkatkan gula darah.
Dan telah terbukti secara ilmiyah bahwa dengan berbaring, hormon-hormon ini bisa turun kadarnya. Itulah diantara hikmah yang ditunjukkan hadits :

إذا غضب أحدكم و هو وقائم فليَجلس ، فإن ذهب عنه الغضب و إلا فَليضطَجِع

“Kalau ada diantara kalian yang Marah dalam keadaan berdiri, maka hendaklah dia duduk. Kalau belum hilang juga Marahnya maka hendaklah dia berbaring”

(Sumber: Al-Arba’un al-Ilmiyyah oleh Abdul Hamid Mahmud Thohmaz)
Wallahu A’lam

(Abu Maryam Abdusshomad, diambil dari http://www.almaknoon.com dengan beberapa perubahan)

Demikianlah sharing kita pada kesempatan ini mengenai “Penyakit Marah“. semoga dapat bermanfaat untuk kita dan orang lain. Terima kasih atas perhatiannya yah…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…. !!!

 

Dipublikasi di artikel islami, Uncategorized | Meninggalkan komentar

Semuanya tergantung “Niat”

Menjadi bijak tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak kendala dan rintangan untuk melakukannya, dan hasilnya ketika problem yang kita hadapi itu terlewati dan kemudian kita analisa permasalahan yang terjadi. Hasilnya pasti ada sisi positif dan negative, ada yang pro dan kontra untuk orang yang berada disekitar kita yang mengetahui masalahnya. Mengapa demikian?! Karena ketika kita mendapat masalah, kita belum sepenuhnya tahu apakah tindakan yang kita lakukan itu sudah benar atau keliru, ataukah sudah bijak ataupun merugikan seseorang. Tentunya itu semua kita ketahui ketika masalah yang kita dapatkan terselesaikan atau telah dilewati. Dan… hasil dari apa yang telah kita lakukan, itulah yang selalu dikatakan seseorang sebagai sebuah pelajaran. Artinya apa yang telah kita dapatkan itu, membuka pikiran kita untuk menelaah secara logika dan menimbang bahwasanya apa yang kita telah lakukan itiu sudah bijak atau bahkan keliru.

Segala sesuatunya telah diatur oleh Allah SWT. Ketika kita benar maka kebenaran itu datangnya dari Allah SWT untuk dijadikan sebagai pelajaran dan contoh untuk diikuti manusia. Sebaliknya, ketika kita salah atau keliru tetap dijadikan sebagai pelajaran dan contoh untuk manusia namun tidak untuk diikuti. Intinya… semua tergantung dari “Niat” kita. ketika niat kita baik, Insya Allah hasilnya juga akan baik. sebaliknya, jika “niat” kita dari awal sudah buruk, maka hasilnya pun nihil.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

HARAP DIRI — 21/01/13, 18:38

Diri ini tak tau diri, terlebih lagi pada yang ABADI

tak pernah selamanya, pasti hanya sesaat

Terkadang terlalu susah, untukku sekarang

tapi tidak waktuku dulu, waktu aku bersama mereka

 

Sekarang semuanya berpisah, namun tidak betul-betul terpisah

tak tau kapan, dimana, dan bagaimana nanti…

namun yang selalu dalam hati, Kuingin kembali

kalau tidak disaat ini, Kuhahrap satu saat nanti.,

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

FANA — 10/01/14— 11.59

Aku… yang terkadang tak tau tentang diriku

Tapi mungkin merekalah yang lebih tau

 

Hidup yang tak hidup, mati tapi tak juga mati

Berkurung derita diselingi tawa, kadang tersenyum

Namun berhujam tangis…

 

Mereka memang ada, tapi terkadang fana

Seakan dekat, namun tak bisa kulihat

Mereka yang fana, tapi seakan nyata

Terlihat jauh, namun berada sangat dekat

Dipublikasi di puisi | Meninggalkan komentar

Materi “Prinsip-prinsip Pengembangan Kurikulum”

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diharapkan menampilkan kekhasan atau keunggulan masing-masing satuan pendidikan, sebelum menyusun KTSP satuan pendidikan terlebih dahulu perlu melakukan kajian atau analisis tentang potensi kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi baik pada saat ini maupun masa datang. Hasil analisis ini akan menjadi acuan dalam pengembangan visi, misi, strategi, dan program-program pembelajaran yang relevan dengan kondisi, potensi dan kebutuhan peserta didik serta daerah sekitarnya.

Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada bagian penjelasan mengamanatkan bahwa salah satu strategi pembangunan pendidikan nasional adalah pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, arah proses pembelajarannya berupaya setiap siswanya berpeluang belajar merefleksikan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh dalam kehidupan sehari-hari.
KTSP dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) memiliki visi dan misi yang dikembangkan berdasarkan potensi, kondisi, dan kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan, (2) kegiatan belajar-mengajar berpusat pada peserta didik, megembangkan kreativitas, menciptakan kondisi yang menyenangkan, menantang dan kontekstual, (3) penilian berbasis kelas yang bersifat internal sebagai bagian dari proses pembelajaran dan berorientasi pada kompetensi serta patokan ketuntasan belajar yang diperoleh melalui berbagai cara, tes dan non tes, kumpulan kerja siswa, hasil karya, penugasan, unjuk kerja dan tes tertulis, (4) pengelolaan satuan pendidikan lebih bersifat “school based management” untuk: pencapaian visi dan misi sekolah, pengembangan perangkat kurikulum oleh sekolah, pemberdayaan tenaga pendidikan dan sumber daya lainnya, kolaborasi secara horizontal dengan sekolah lain dan komite sekolah serta organisasi profesi, serta kolaborasi secara vertikal dengan Dinas dan Dewan Pendidikan.

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP .

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Sumber belajar menurut para ahli beserta 6 jenis sumber belajar secara umum

A.    Pengertian Sumber Belajar

 

Menurut Association Educational Comunication and Tehnology AECT (As’ari, 2007) sumbr belajar yaitu berbagai atau semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar.

 

Sumber belajar menurut AECT (Suratno, 2008) meliputi semua sumber yang dapat digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, biasanya dalam situasi informasi, untuk memberikan fasilitas belajar. Sumber itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan tata tempat.

 

 

Sudjana (Suratno, 2008), menuliskan bahwa pengertian Sumber Belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahakan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Pengertian sumber belajar menurut Ratno Dwi Joyo S.Pd.
– Secara sempit, yaitu buku atau bahan cetak lainnya.
– Secara luas, yaitu segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar.

 

Edgar Dale (1969) seorang ahli pendidikan mengemukakan sumber belajar adalah,  segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang.

 

 

Menurut Ahmad Sudrajat Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.

Kesimpulan :

 

Jadi sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan atau digunakan seseorang untuk memfasilitasi segala kegiatan belajar, baik itu secara terpisah maupun secara terkombinasi agar dapat mempermudah seseorang dalam mencapai tujuan belajar yang diinginkan.

 

 

Secara umum sumber belajar dapat dikategorikan kedalam 6 (enam) jenis, yaitu:

  1. Pesan: informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain; dapat berbentuk ide, fakta, makna dan data.
  2. Orang: orang yang bertindak sebagai penyimpan dan menyalurkan pesan antara lain: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya.
  3. Bahan: barang-barang yang berisikan pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan; kadang-kadang bahan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyajian contohnya: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.
  4. Alat/ perlengkapan: barang-barang yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada bahan misalnya: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya.
  5. Pendekatan/ metode/ teknik: prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat, dan orang untuk menyampaikan pesan; misalnya: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya.
  6. Lingkungan/latar: lingkungan dimana pesan diterima oleh pelajar; misalnya: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.
Dipublikasi di tugas | 6 Komentar

Mata yang Mirip Kawah di Planet Mars

Seorang pria asal Armenia menemukan mata yang mirip dengan kawah di Planet Mars.


Mata manusia seperti kawah di planet antah berantah (Your Beautiful Eyes)

VIVAnews – Mungkin Anda pernah mendengar adagium lawas yang mengatakan bahwa ‘Mata adalah jendela jiwa’.

Namun, pria berasal Armenia berhasil membuka mata seluruh dunia, bahwa bila diamati secara seksama, mata manusia bisa menjadi ‘jendela’ untuk melihat sebuah gambaran dari permukaan sebuah planet.

Seperti Dilansir oleh DailyMail, Suren Manvelyan guru 34 tahun dari Yerevan Armenia, berhasil memotret tampilan mikroskopis dari iris mata beberapa kenalannya dengan metode makro.

Dan hasilnya, adalah temuan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.Ada mata yang mirip dengan kawah di planet Mars, ada pula yang mirip dengan sebuah kawah gunung berapi.

“Setiap hari kita melihat ratusan mata orang, namun kita bahkan tak pernah curiga bahwa mereka memiliki struktur yang sangat indah, seperti sebuah gambaran di permukaan planet yang belum pernah diketahui manusia,”kata Manvelyan seperti dikutip dari DailyMail.

Pemandangan mikroskopis iris mata orang-orang yang difoto oleh Manvelyan adalah sebuah bagian dari mata, yang secara otomatis mengatur dan menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.

Sebelumnya, Manvelyan mengaku tak pernah menyangka, bahwa iris mata setiap orang memiliki penampilan yang sangat rumit. Seperti halnya sebuah sidik jari, setiap iris mata manusia juga memiliki keunikan masing-masing.

“Adalah hal yang sangat alami bila Anda memotret dengan mode makro terhadap binatang serangga, atau tanaman. Namun, saat membuat foto mata, saya tak pernah mengira hasilnya seperti ini,” kata Manvelyan.

Berkat penemuannya ini, Manvelyan makin getol menjadikan mata teman-temannya, rekan-rekan kerjanya, hingga siswa-siswanya menjadi model yang mirip dengan kawah di planet antah berantah.

Lebih lanjut, Manvelyan mengunggah hasil-hasil foto iris matanya di sebuah blog yang ia namakan ‘Your beautiful eyes’. Karya-karya Manvelyan sangat unik.

Manvelyan sendiri mulai menekuni fotografi sejak 16 tahun dan kini memimpin sebuah majalah di Yerevan.

Sayangnya, ia tak bersedia mengatakan bagaimana caranya membuat foto mata seperti itu. ‘Proses pengambilan foto ini masih rahasia,” katanya.

• VIVAnews

Seorang pria asal Armenia menemukan mata yang mirip dengan kawah di Planet Mars.
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar